Dari Hari Terhubung Inklusi (Disabilitas)

Dari Hari Terhubung Inklusi  (Disabilitas)

Surabaya, Mei 2017, Kesadaran untuk mempekerjakan kaum difabel itu, turut didorong oleh Negara. UU No 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas dalam Pasal 53 ayat (1) mewajibakan Pemerintah, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara,dan Badan Usaha Milik Daerahwajib mempekerjakan paling sedikit 2% (dua persen) Penyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja. Sedang di Ayat (2) Perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1% (satupersen) enyandang Disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja. Tujuan UU tersbut adalah agar kaum disabilitas mendapat kesempatan untuk menunjukan kemampuannya dalam bekerja.

Jawa Timur, menurut catatan The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP), cukup ramah terhadap difabel. Setidaknya di level peraturan, Pemrov  Jatim sudah memiliki Perda No.3 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pelayanan bagi Penyandang Disabilitas. Perda tersbut terbut lebih dahulu dari UU.

Upaya kaum difabel bisa mengakses pekerjaan dengan lebih baik dan cocok memang membutuhkan perjuangan tiada henti. Selain layanan pemerintah provinsi Jawa Timur melalui layanan Bursa Kerja (www.infokerja-jatim.com dan event Job Fair), salah satu situ online yang membantu kaum difabel adalah www.kerjabilitas.com yang berupa platform pencarian kerja (job matching) onlie khusus bagi penyandang disablitas yang diketuai oleh Rubby Emir-Direkur Kominitas Peduli Difabel-Saujana. Sejak diluncurkan tahun 2015, sekitar 5 ribu pengguna di seluruh Indonesia memanfaatkan layanan tersebut.

Saujana menyebut jumlah difabel di seluruh dunia sangat besar, sekitar 1 milyar jiwa. Dan di Indonesia ada 35,6 juta dan hanya 7 juta yang bekerja.

Komunitas peduli difabel ini menyebutkan beberapa keunggulan jika mepekerjakan difabel, pertama, kaum difabel adalah pemecah masalah karena setiap hari terbiasa bertemu dengan rintangan. Kedua, mereka mampu bekerja dan memiliki ketrampilan. Bahkan, 15 persen di antaranya tak perlu memodifikasi bangunan kantor. Ketiga, meningkatkan pangsa pasar dan menjadi bagian komunitas inklusi. Keempat, kantor inklusif lebih memotivasi bekerja dan meningkatkan kerjasama tim. Kelima, mereka memiliki kehidupan yang sama.  Dengan demikian, katanya, kondisi disabilitas tidak berpengaruh pada kesehatan dan cara berpikir (jpip.or.id/05/2017)

👤 Oleh 🕔

Lokasi kantor Kami

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung