1 JANUARI 2016; SELAMAT DATANG KOMUNITAS PASAR ASEAN

KOMUNITAS PASAR ASEAN (The Bigest Opportunity Jobs for Skill Worker) Pendahuluan Tepat per 1 Januari 2016, Indonesia bersama negara-negara di Asean memasuki tahapan penting dalam hubungan antar negara yang disebut Asean Economic Community (AEC) atau yang sering disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Terobosan Negara-negara di ASEAN ini merupakan tindak lanjut upaya pembentukan Komunitas ASEAN dengan tiga pilar utamanya yaitu ASEAN Political-Security Community (APSC), ASEAN Economic Community (AEC), ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC). Ada 4 (empat) karekteristik utama yang disebut pasar tugas Asean atau Asean Economic Community (AEC) adalah pasar tunggal dan basis produksi, kawasan ekonomi yang kompetitif, pembangunan ekonomi yang setara, dan integrasi ke dalam perekonomian global. Karakteristik yang pertama yaitu pasar tunggal dan basis produksi sangat erat kaitannya dengan sektor ketenagakerjaan. Pada cetak biru pembentukan MEA, dijelaskan bahwa salah satu elemen utama dari karakteristik ini adalah adanya peluang untuk arus bebas tenaga kerja terampil. Sebetulnya, kalau kita jeli dasar pembentukan Komunitas ASEAN telah lama digagas dengan pertimbangan kawasan Asean menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi dan politik yang paling pesat dan aman untuk investasi. Kondisi tersebut lebih kasat mata lagi apabila kita perhatikan atas keterlibatan China dan Amerika dalam memainkan perannya di komunitas Asean ini. Kemitraan negera lain akan semakin strategis dengan Asean yang juga dinilai menjadi salah satu kawasan selain ekonomi juga yang memiliki masa depan demokrasi yang cerah. Tentunya dengan dibentuknya komunitas ASEAN, akan menimbulkan dampak positif dan negatif bagi Indonesia dan Negara lain, terlebih dari aspek perdagangan dan mobilitas tenaga kerja. Untuk itu, ASEAN melalui serangkaian tahapan yang disepakati dalam ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) 1995 membicarakan hal tersebut dalam forum koordinasi dan persiapan dalam liberalisasi jasa di kawasan ASEAN. Liberalisasi jasa di empat sektor prioritas, yakni jasa perhubungan udara, e-ASEAN, kesehatan, dan pariwisata, ditargetkan untuk 2010 dan jasa logistik pada 2013. Liberalisasi bidang jasa seluruhnya ditargetkan rampung pada 2015. Komitmen Indonesia dalam penjadwalan liberalisasi jasa tercantum dalam Schedule of Specific Commitment pada pertemuan AFAS paket ke-6 tahun 2007 yang meliputi jasa bisnis (jasa profesi seperti insinyur, akuntan, jasa legal, arsitektur, konsultan manajemen, dan jasa penyewaan), jasa komunikasi, jasa konstruksi, jasa pendidikan, jasa lingkungan, jasa distribusi, jasa kesehatan, jasa pariwisata dan perhotelan, jasa tehnologi dan informasi, jasa energi, dan jasa periklanan. Terbentuknya komunitas ASEAN sebagai wadah Asean Economic Community (AEC) diharapkan, Asean sebagai satu kesatuan pasar dan produksi bagi perusahaan, dimana akan terjadi kebebasan dalam arus barang, jasa, investasi dan modal serta arus bagi tenaga kerja terampil. Namun demikian, faktanya hampir sebagian besar masyarakat Indonesia masih acuh, tidak peduli dan bingung apa itu Komunitas Asean atau Asean Economic Community (AEC)?. Pemahaman masyarakat Indonesia terhadap Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) masih rendah. Survey LIP, melaporkan hanya 25,9% masyarakat Indonesia yang mengetahui tentang MEA. Dibandingkan dengan Thailand, mulai dari Tukang Sapu dan Supir sudah mengetahui apa itu MEA. Sedang disisi pengusaha (produsen) yang memahami MEA, baru 27,8%. Rendahnya pemahaman tentang AEC, tidak saja dirasakan Indonesia, juga Negara Asean lainnya. Dikutip dari analisa Departemen Antropolgi UGM tahun 2015, justru Negara Asean lain menunggu-nunggu apa yang dilakukan Indonesia, yang bagi mereka justru lebih menakutkan, apabila dilihat dari potensi jumlah penduduknya Apa itu MRA’s? Untuk memfasilitasi liberalisasi jasa dan mempermudah mobilisasi tenaga kerja profesional lintas negara dalam kawasan ASEAN, maka dipandang perlu ada kesepakatan pengakuan tenaga profesional yang diwujudkan dalam nota saling pengakuan (Mutual Recognition Arrangements/MRAs). Dalam definisi Buku dari Kantor Perwakilan ASEAN di Jakarta, MRA’s diartikan sebagai to be equally recognised in other signatory countries, promoting economic integration through reduction of regulatory impediments, does not warrant unrestricted free flow of foreign professionals, relevant domestic regulations and market demand still applies. Atau terjemahan bebasnya untuk mengatur pengakuan yang sama di negara-negara penandatangan, mempromosikan integrasi ekonomi melalui pengurangan hambatan atas peraturanyang tidak menjamin aliran dari profesional asing, mengatur peraturan-peraturan domestik yang relevan yang sesuai permintaan pasar yang ada.

APA ITU MRA’s MRA’s is to be equally recognised in other signatory countries, promoting economic integration through reduction of regulatory impediments, does not warrant unrestricted free flow of foreign professionals, relevant domestic regulations and market demand still applies MRA’s untuk mengatur pengakuan yang sama di negara-negara penandatangan, mempromosikan integrasi ekonomi melalui pengurangan hambatan atas peraturanyang tidak menjamin aliran dari profesional asing, mengatur peraturan-peraturan domestik yang relevan yang sesuai permintaan pasar yang ada Sejauh ini nota saling pengakuan sudah dilakukan untuk jasa arsitektur, jasa akutansi, kualifikasi survei, praktisi medis pada 2008, dan praktisi gigi pada 2009. Sejauh ini nota saling pengakuan sudah dilakukan di antara anggota ASEAN adalah untuk jasa arsitektur, jasa akutansi, kualifikasi survei, praktisi medis dan praktisi gigi. Kebijakan Pergerakan Bebas Tenaga Kerja Terampil, Tenaga kerja terampil sendiri merupakan tenaga kerja yang memiliki keahlian atau keterampilan tertentu yang didapat dari hasil pelatihan khusus. Tujuan utamanya seperti tertuang dalam pemahaman MRA’s adalah untuk menciptakan sebuah perekonomian di dalam kawasan yang terintegrasi baik melalui single market yang menyatukan pasar ASEAN dan ingin menyatukan kemampuan produksi ASEAN. Hal hal ini, fungsi dari pergerakan bebas tenaga kerja terampil ini sendiri bertujuan untuk menarik investasi asing yang masuk ke dalam suatu Negara. Pemahaman konsep tersebut didasari atas analisa pergerakan pasar global dimana bahwa kunci dari sebuah industri untuk dapat berkembang lebih besar dan unggul dalam persaingan global karena ketersediannya tenaga kerja terampil yang memegang beberapa posisi penting guna mengatur jalannya produksi sehingga bisa menjadi efektif dan efisien. Dengan demikian, dalam buku biru Asean, komunitas Asean terbentuk sebetulnya dirahkan bagin kemajuan negara-negara di Asean yang berstandar global. Adapun secara umum sasaran keberadaan MRA’s adalah untuk memfasilitasi mobilitas layanan professional, pertukaran informasi dan keahlian, mempromosikan adopsi praktik terbaik pada standar dan kualifikasi dan memfasilitasi peningkatan kapasitas dan transfer teknologi. Singkatnya MRA’s adalah regulasi yang mengatur bagi yang memiliki keahlian professional untuk bersaing dan tunduk pada standar kompetensi dan aturan local. Tabel Pengakuan Kesetaraan Bagi Tenaga Kerja Terampil (MRA’s) di Negara-Negara ASEAN Skill Worker Venue and Date of Signing 1. Engineering Services Kuala Lumpur, 9 December 2005 2. Nursing Services Cebu, 8 December 2006 3. Architectural Services Singapore, 19 November 2007 4. Surveying Qualifications 5. Accountancy Services Cha-am, 26 February 2009 Nay Pyi Taw, 13 November 2014 6.Tourism Professionals Singapore, 12 December 2012 7. Dental Practitioners Cha-am, 26 February 2009 8. Medical Practitioners Dengan demikian, single market bagi skill workers (tenaga terampil) yang baru disetujui melalui paket MRA’s di 8 sektor diatas.Dilihat dari sektor ada 12 sektor yang disepakati dalam kesepakatan MEA yaitu : Kesehatan; Pariwisata; Jasa Logistik; Jasa Online; Jasa Angkutan Udara; Produk berbasis Agro; Barang barang elektronik; Perikanan; Produk berbasis karet; Tekstil dan Pakaian; Automotif; dan Produk berbasis kayu

Kekhawatiran menyerbunya Tenaga Kerja Asing (TKA) disegala sector ke Indonesia, tidak akan terjadi apalagi Kemnaker RI telah mengeluarkan aturan yang ketat untuk pengendalian TKA melalui tatacara perijinan, daftar jabatan yang boleh diisi TKA beserta masa ijin kerjanya. Sudah dipastikan dinegara manapun dalam kerangka pengaturan TKA akan terkait juga dengan keimigrasian, ijin tinggal, ijin kerja dan standar kompetensinya. (Lengkapnya bisa dilihat di www.infokerja-jatim.com di menu MEA)

👤 Oleh 🕔03 Jan 2016 15:40

JABATAN LOWONGAN

KABUPATEN KOTA LOWONGAN

Lokasi kantor Kami

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung