MENGENAL PASAR KERJA BRUNEI DARRUSALAM

MENYONSONG ASEAN ECONOMY COMMUNITY 2016

Memahami Karakteristk Pasar Kerja Negara Anggota Asean

Nama resmi                        : Negara Brunei Darussalam (Negara Brunei yang penuh kedamaian )

Ibukota                               : Bandar Seri Begawan

Luas                                  :  5.765km2

Sistem Pemerintahan          : Kesultanan Konstitusional

Kepala Pemerintahan          : Sultan

Bahasa Resmi                    : Bahasa Melayu dan Inggris

Mata uang                          :  Dollar Brunei ( B$)

Kegiatan Perekonomian       :  Ekspor Utama minyak mentah, gas alam, refined products.

Iklim                                   :  Iklim tropis yang lembab sepanjang tahun. uhu rata-rata adalah 28°C (82oF).

Pendapatan per kapita         :  U$42.200 (pebruari 2011)

Komoditas                          : Industri utama perminyakan,pengilangan minyak,gas alam cair,konstruksi

Lowongan Formal                :  Lowongan  kerja    di    Brunei     yaitu  sektor jasa,    perminyakan   dan  gas, konstruksi,  industri , perawat, perkebunan, ABK, PLRT (domestic worker) dan supir. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kompetensi yang diperlukan adalah  Tenaga ahli  bidang perminyakan, Tenaga ahli  bidang konstruksi, Tenaga ahli  bidang jasa dan  Tenaga  non ahli  (buruh), tenaga  operator, teknisi dan analis, arsitek dan buruh. Sedangkan  bidang jasa yaitu asisten manajer, sekertaris , chef , staf , waiters house keeper.

*) Upah rata-rata                : Karena Brunei tidak memiliki upah minimum. Membayar harga harus disepakati secara langsung dengan majikan melalui tawar-menawar kolektif atau cara lain untuk Negosiasi upah yang adil.

 

# KONDISIS KETENAGAKERJAAN

                Sebagai Negara kecil dengan jumlah penduduk hanya 400 ribuan jiwa , Brunei Darussalam memiliki jumlah angkatan kerja ynag cukup kecil dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan asia tenggara. Data dari Kemenakertrans RI, menunjukan bahwa jumlah angktan kerja Brunei darussalam mengalami stagnansi. Tetapi mulai  2005 terjadi peningkatan jumlah angkatan kerj sehingga 2010  jumlah angkatan kerja  meningkat 38.6 persen sejak tahun 2004. Dengan jumlah angkatan kerja 198.800 Brunei menduduki peringkat 168 dalam urutan jumlah angkatan kerja di dunia. Menurt jenis kelamin angkatan kerja terserap pada tahun 2012 terdiri dari 41,96 persen perempuan dan 58.4 persen laki-laki. Menurut ILO, total Brunei Darussalam angka partisipasi kerja 66.3 persen dibanding dengan seluruh penduduk  berumur 15 tahun keatas. Angka partisispasi perempuan mencapai 55,7 persen dan masih dibilang rendah dibandingkan laki-laki 76.8 persen.

                Berbagi lapangan usaha yang menyerapan tenaga kerja di kelompokkan menjadi 3 yaitu pertama adalah sector pertanian, yang termasuk dalam sector pertanian  adalah lapangan usaha yang berkaitan dengan pertanian pangan, perkebunan, kehutanan, perburuan, perikanan. Yang kedua sector industry, yang termasuk dalam sector industry adalah lapangan usaha yang berkaitan dengan  kegiatan pertambangan  dang pengilangan, manufaktur dan penyediaan kepentingan publik seperti listrik, gas dan air. Yang ketiga  sector jasa,  yang termasuk ke dalam sector ini adalah perdagangan besar dan kecil, restoran dan hotel, transportasi dan komunikasi, keuangan, asuransi, real estate dan bisnis.

                Data statistik Bunei Darusallam menunjukan bahwa sebagian besar tenaga kerja ( 77.2% ) terserap di sector jasa, sementar 21.4 %  lainya terserap di sector industry. Sektor pertanian rupanya hanya mampu menyerap 1.4 % tenaga kerja. Hal ini terkait dengan karakteristik industry migas yang lebih padat modal ketimbang padat karya. Dengan begitu, karena baik lahan pertaniannya yang tersedi maupun teknologi pertanian di negari ini tidak berkembang baik, maka sector jasa yang menjadi andalan utama untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah  yang besar. Brunei Darussalam menjadi daya tarik bagi pencari kerja dari berbagai negara dan merupakan negara tujuan  kerja alternatif bagi para calon TKI, terutama di sektor formal . Berbeda dengan negara lain, kasus-kasus penganiayaan terhadap TKI  sehingga sorotan media massa  di tanah air, maka kondisi TKI di Brunei  relatif lebih baik. Aparat cepat bertindak apabila ada masalah yang di hadapi TKI  dan menginformasikannya ke KBRI.          Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, perekonomian  di dominasi  oleh industri minyak dan gas bumi. Sementara itu perbandingan kesempatan kerja bagi warga negar asing dibanding warga setempat  adalah 38 persen bagi warga asing. Lowongan kerja di Brunei yaitu sektor jasa, perminyakan dan gas, konstruksi,  industri , perawat, perkebunan, ABK, PLRT dn supir. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kompetensi yang diperlukan adalah  Tenaga ahli  bidang perminyakan, Tenaga ahli  bidang konstruksi, Tenaga ahli  bidang jasa dan  Tenaga  non ahli  (buruh) perminyakan dan konstruksi.

Jenis jabatan yang diperoleh oleh pekerja asing dalam bidang minyak dan gas yaitu operator, teknisi,dan analis; bidang konstruksi yaitu arsitek dan buruh. Sedangkan  bidang jasa yaitu asisten manajer, sekertaris , chef , staf , waiters house keeper. Berdasarkan data kemenakertrans, pada tahun 2012,dari 339,195 TKI yang bekerja di Brunei  Darussalam 37,87 persen dari mereka dalah perempuan dan 62,13 persen lainnya adalah laki-laki.

Distribusi TKI yang bekerja di Brunei Darussalam menurut jenis kelamin. Berdasarkan umurnya, TKI yang bekerja di Brunei Darussalam dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok umur.  Dari data tersebut memperlihatkan bahwa TKI yang berumur 40 tahun keatas adalah sebanyak 35,96 persen. Ini berarti bahwa mereka yang berumur kurang dari 40  bisa dikatakan TKI berumur relatif muda sebanyak  64,04 persen. Jenjang pendidikan yang ditamatkan dapat dikelompokkan menjadi  tiga yaitu ; Pendidikan rendah , menengah dan tinggi. Berdasar jenjang pendidikan TKI yang terbilang tinggi  yaitu sebesar  84,95 persen dan yang pendidikan menengah adalah 15,05 persen. TKI banyak terserap di sektor industri, yang termasuk dalam sektor industri adalah lapangan usaha yang berkaitan dengan pertambangan dan pengilangan, manufaktur dan penyediaan kepentingan publik seperti listrik, gas dan air. TKI yang terserap di sektor ini ada sebanyak 76, 93 persen.

Sektor jasa, yang terdiri dari perdagangan besar dan kecil, restoran dan hotel; transportasi dan komunikasi ; keuangan, asuransi, real estate dan bisnis ; serta jasa komunikasi, sosial dan personal, mampu menyerap TKI sebanyak 23,03 persen. Sementara itu,  sektor pertanian, yang terdiri dari pertanian pangan, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan hanya mampu menyerap TKI sebanyak 0,05 persen. Berbeda dengan negara – negara tetangga yang umumnya berbasis pertanian, sektor agrikultur di negara ini memang tidak mampu menyerap  tenaga kerja dalam jumlah besar karena tidak berkembangnya sektor ini.

Berdasarkan jenis pekerjaan utamanya,terdapat 22.13 persen TKI yang bekerjaa sebagai tenaga kepemimpinan dan ketatalaksanaan. Selain itu terdapat 9,68 persen lainnya  yang bekerja sebagai  tenaga usaha penjualan dan 2.18 persen tenaga kerja yang bekerja sebagai tenaga usaha jasa. Sejalan dengan data distribusi tenaga kerja menurut pendidikan dan sektor usaha , 66 persen  TKI mengisi posisi sebagai  tenaga profesional , teknisi dan sejenisnya. Berbeda   dengan kebanyakan negara tujuan TKI  pada umumnya, sebagian besar TKI yang mengadu nasib di negara ini berbekal dengan pendidikan tinggi  dan berhasil mengisi posisi menengah keatas dalam sektor industri. Hanya sedikit saja TKI yang bekerja menjadi buruh maupun penata laksana rumah tangga. Ini mengidentifikasikan bahwa kesejahteraan TKI di Brunei Darussalam relatif lebih baik dibandingkan kerja indonesia di negara tujuan lain.

 

#ANALISI INFORMASI PASAR KERJA

                Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Brunei Darussalam menjadi salah satu Negara di Asia Tenggara, selain Malaysia dan Singapura  yang menjadi tujuan TKI. Beberapa alasan yang menjadikan Brunei menjadi salah satu Negara favorit  ialah factor jarak yang sangat dekat, pertumbuhan ekonomi dan factor kesamaan agama dan bahasa.

Hal kontraditif yang terlihat di Indonesia adalah kesempatan kerja yang semakin bertumbuh, tetapi pengangguran juga bertambah. Di satu sisi ,beberapa kesempatan kerja tidak dapat terisi oleh pencari kerja karena kurangnya keterampilan, keahlian, pengalaman dan tidak mengetahui adanya kesempatan kerja. Di sisi lain, pemberi kerja tidak mampu mendapat sumber daya manusia yang tepat. Kondisi ini menunjukkan bahwa pencari kerja dan pemberi kerja tidak memiliki informasi yang lengkap  dan tepat mengenai pasar kerja pasar kerja yang tersedia dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa informasi pasar kerja memiliki peranan yang penting dalam mempertemukan  pencari kerja dengan pekerja yang diinginkan ,dan antara pemberi kerja dengan tenaga kerja yang dibutuhkan. Dalam rangka memenuhi kebutuhan berbagai pihak tentang informasi pasar kerja secara lengkap, maka kemenakertrans menyelenggarakan kegiatan pengelolaan informasi pasar  kerja, yang pada pelaksanaannya diselwnggarakan oleh dinas-dinas tenaga kerja di tingkat kab/kota. Informasi pasar kerja diharapkan mampu  menyediakn informasi atau data yang berkaitan dengan pencari kerja lengkap dengan kualifikasinya dan lowongan kerja lingkap dengan kondisi dan syarat jabatanya.

                Berdasar identifikasi dari masalah tenaga kerja di indonesia di luar negeri, termasuk Brunei Darrussalam, maka kementerian tenaga kerja dan transmigrasi mengupayakan suatu memorendum of understanding ( MoU ) yang berfungsi untuk melindungi keselamatan kerja TKI. Beberapa hal yang dibahas  dalam perundingan  dan pembahasan  MoU TKI antara lain  meliputi prosedur penempatan TKI ,kontrak kerja ,gaji ,metode pembayaran gaji, hak libur dalam sepekan, penyimpanan paspor, agen perekrutan , biaya penempatan, pelatihan kompetensi TKI dan penyelesaian perselisihan. Hak normatif yang harus didapat oleh TKI selama bekerja di luar yang tercantum dalam kontrak kerja, berisi soal pembayaran upah minimum, jam kerja, keselamatan kerja dan kesehatan kerja, asuransi perlindungan dan sebagainya turut dibahas. Selain itu untuk melakukan pengawasan, dalam implementasi   MoU pemerintah Indonesia dan negara-negara penempatan juga harus sepakat untuk membentuk Joint Task Force ( JTF ) atau satuan gabungan yang juga untuk memberikan bantuan penyelesaian yang tepat dan cepat bagi berbagai masalah yang muncul di lapangan. Ada yang masih dalam tahap tukar menukar draft, ada yang sudah masuk ke poin-poin utana, namun ada juga yang masih mengalami terkendala dalam pembahasannya.

                Seperti yang telah diuraikan di atas  maka dalam hal kesempatan kerja di luar negeri, termasuk Brunei Darrussalam, sistem  info pasar kerja perlu dikembangkan sehingga ada informasi yang sinetris antara  pencari kerja dengan pemberi kerja mengenai kesempatan kerja dan kompetensi yang dibutuhkan. Mengingat target pencari kerja di Brunei Darussalam adalah mereka yang umumnya berpendidikan relatif tinggi yang menginginkan pekerjaan di sektor formal, maka media informasi yang modern dapat dimanfaatkan. Adapun untuk sebagian kecil pencari kerja yang berminat untuk bekerja di sektor informal, media informasi yang perlu dimanfaatkn adalaah yang lebih media  yang lebih konvensial. Dengan adanya informasi yang simetris antara pencari kerja dan pemberi kerja, maka lembaga yang bertanggung jawab mempersiapkan keberangkatan tenaga kerja indonesia ke Brunei Darussalam dapat membekali calon tenaga kerja dengan pelatihan untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan pemberi kerja. Dalam hal tenaga kerja indonesia yang berimigrasi secara mandiri, tanpa melalui lembaga penempatan tenaga kerja, maka informasi ini juga dapat menjadi bekal bagi mereka untuk mendapatkan kesempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi diri mereka.

                Demi meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja indonesia yang akan mengadu nasib di Brunei, maka perlu dilakukan pelatihan maupun pendidikan yang bersifat formal dan informal. Mengingat kesempatan kerja yang tersedia luas di Brunei adalah sektor indutri, maka tenaga kerja indonesia harus dipersiapkan dengan ketrampilan yang spesifik atau dengan pendidikan yang tinggi agar dapat menduduki posisi profesional, teknisi dan sejenisnya.

👤 Oleh 🕔14 Oct 2015 13:44

JABATAN LOWONGAN

KABUPATEN KOTA LOWONGAN

Lokasi kantor Kami

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung