PTSP-P2TKI Jatim Beroperasi : Hadirkan Pelayanan TKI Jadi Lebih Mudah, Aman dan Terlindungi.

Surabaya, 25 Oktober 2017. Bertempat di Kantor Disnakertrans Prov. Jatim Jl Bendul Merisi No.2 Surabaya, Gubernur Jatim- Soekarwo merelauncing (kickoff) Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (PTSP-P2TKI) Jatim. Hadir Kepala BNP2TKI (Nurson Wahid), Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Pemantauan dan Evaluasi (Jeffry E Muller), Perwakilan KPK (Asep Rahmat),Kakanwil Kemenhum&Ham, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jatim dan PPTKIS se Jatim.

Dalam laporannya, Kadisnakertrans Prov. Jatim (Setiajit, SH, MM) menyampaikan permasalahan penempatan TKI ke Luar negeri, antara lain masih adanya TKI non prosedural, rendahnya kualitas tenaga kerja yang tidak sepadan dengan kebutuhan jabatan (job order) di luar negeri, dan lainnya., Oleh karena itu perlu upaya secara terus menerus untuk berinovasi memberikan kemudahan-kemudahan pelayanan terhadap penempatan tenaga kerja baik Antar Kerja Lokal (AKL) Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN).

Salah satu program strategis pengurangan pengangguran di Jawa Timur antara lain adalah penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Timur untuk bekerja ke luar negeri. Berdasar data tahun 2016, penempatan TKI asal  Jawa Timur sebanyak 33.820 orang, dimana 30,88 persen mengisi jabatan formal dengan Negara tujuan terbanyak Taiwan, Hongkong dan Malaysia. Total Remitansi yang dikirim TKI asal Jatim sebanyak 4,581 Trilyun Rupiah. Tahun 2017 sampai dengan Oktober 2017, penempatan TKI sebanyak 37.616 orang atau naik 11,22 persen, dimana TKI Jatim mampu mengisi jabatan formal sebanyak 31,39 persen atau ada kenaikan 0,51 persen dibanding tahun 2016. Total Remitansi yang dikirim TKI asal Jatim sampai Oktober 2017 sebanyak 3.547 Trilyun Rupiah.

Dalam prakteknya, program penempatan Tenaga Kkerja Indonesia ke Luar Negeri masih banyak ditemui banyak hambatan. Diantaranya adalah layanan dokumen pra penempatan yang masih dianggap rumit. Hal ini pula yang menyebabkan sebagian masyarakat menjadi alas an memilih jalur bekerja sebagai TKI Non Prosedural.

Program ”Kick Off Pelayanan Terpadu Satu Pintu Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (PTSP-P2TKI) Jawa Timur” dilakukan sebagai bentuk keseriusan dan kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk  memberikan  layanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi calon TKI dan Perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (PPTKIS) di Jawa Timur. Tujuannya, member pelayanan yang muda, murah, cepat dan tepat serta melindungi sesuai prinsip-prinsip pelayanan publik. Selain itu dengan beroreasinya PTSP-P2TKI Jawa Timur, maka diharapkan urusan TKI menjadi lebih muda, aman dan terlindungi.

Gubernur Soekarwo dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pemerintah hadir melayani masyarakat. Konsep Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ini menjadi jawabannya. Jumlah penganggur di Jawa Timur masih banyak dan tiap tahunnya akan ditambah lulusan baru dari dunia pendidikan. Untuk itu pemerintah Jatim telah membantu melatih calon tenaga kerja kompeten sebanyak 28 ribu orang dan akan ditingkatkan menjadi 32 ribu orang ditahun 2018.

 

 

Nusron Wahid dalam sambutannya menekankan pentingnya pelayanan yang mudah, murah, cepat dan tepat,sesuai prinsip-prinsip pelayanan publik. Konsep PTSP ini menjadi baik karena mampu menghapus pungutan-pungutan penempatan TKI yang selama ini mulai pra, selama dan purna kerja. Hasil pengiriman uang TKI ini setiap tahunnya mampu menyumbang + 148 Triyun rupiah dan tentunya ini menjadi salah satu penyumbang PDRB dan devisa Nasional.

Beroperasinya PTSP-P2TKI di Jawa Timur ini merupakan tindaklanjut amanah Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayaaan Terpadu Satu Pintu dan Perda Jawa Timur No. 8 Tahun 2011 tentang Pelayanan Publik serta Peraturan Gubernur No. 66 Tahun 2017.

Di PTSP-P2TKI Jatim tergabung sebanyak 7 (tujuh) instansi  dengan layanan sebagai berikut :

  1. Loket Disnakertrans Prov. Jatim : pelayanan legalisasi perjanjian penempatan, surat pengantar rekrut, pengaduan dan informasi kerja ke luar negeri.
  2. Loket LP3TKI/BNP2TKI : pengurusan verifikasi dokumen, Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP)  dan elektronik kartu tenaga kerja luar negeri atau e-KTKLN.
  3. Loket Dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan kependudukan Prov. Jatim : pengecekan data administrasi kependudukan (KTP., KSK dan Akte) secara on line.
  4. Loket Dinas Kesehatan Prov. Jatim : pengurusan surat pengantar untuk melakukan medical chek up di fasilitas sarana kesehatan yang ditunjuk.
  5. Loket Polda Jatim : pengurusan surat keterangan catatan kepolisian (skck) dari Kepolisian Daerah Jawa Timur  untuk calon TKI yang akan bekerja di negara negara tertentu (misalnya taiwan)
  6. Loket BPJS Ketenagakerjaan : pengurusan kepesertaan program jaminan perlindungan tki, sekaligus klaim asuransi jika terjadi kasus-kasus sesuai jaminan yang diberikan
  7. Loket Imigrasi : penerbitan paspor

Selain itu, terdapat instansi/lembaga pendukung yakni Bank Jatim dan Asosiasi Perusahan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (ASPATAKI).

Dengan beroperasinya PTSP-P2TKI di Jatim, Kadisnakertrans Prov. Jatim berharap selain menjadikan urusan TKI jadi lebih mudah, aman dan terlindungi juga mendukung 4 Siap Nasional Jadi TKI yakni Siap Fisik dan Mental, Siap Ketrampilan dan Bahasa, Siap Dokumen dan Siap Pengentahuan Negara Tujuan.(bdr/10/2017)

 

 

link
👤 Oleh plkt 🕔25 Oct 2017 13:38

Lokasi kantor Kami

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung