Untuk Dorong SDM Berkualitas, Presiden Resmikan Program Pemagangan Terpadu

Karawang, 23 Desember 2016. Di tengah dinamika global yang semakin kompetitif, keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) kompeten menjadi kebutuhan yang penting untuk segera terpenuhi. Keberadaan SDM kompeten tersebut diyakini akan mampu menunjang produktivitas nasional, yang pada gilirannya turut meningkatkan daya saing bangsa terhadap negara-negara lain. Hal ini ditekankan oleh Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan ‘Program Pemagangan Terpadu’hasil kerja sama Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di KICC Karawang, Jumat (23/12/2016). 

“Persaingan global yang semakin sengit sekarang ini, kemampuan SDM, Sumber Daya Manusia, harus terus kita tingkatkan. Karena disinalah kunci dalam memenangkan kompetisi itu,” kata Presiden dalam sambutannya.

“Saya harapkan  magang ini bisa 6 bulan, bisa 1 tahun. Para tenaga kerja harus mendapatkan sertifikasi. Sertifikat kompetensi. Sehingga bisa dipakai untuk bisa bekerja, bisa melamar dimanapun, perusahaan manapun,” lanjut Presiden.

 Ke depan, program pemagangan terpadu yang diresmikan di Karawang tersebut akan dikembangkan ke daerah-daerah lainnya. Sehingga, pendidikan dan pelatihan vokasi di daerah dapat seinergis dengan industri di daerah setempat.

 “Sekali lagi saya sangat menghargai apa yang sudah dikerjakan hari ini oleh Kementerian Ketenagakerjaan, bersama Kadin dan seluruh asosiasi APINDO. Ini tidak hanya di jawa barat, saya sudah minta ke kepala Kadin, dan APINDO untuk di semua daerah,” papar Presiden.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyatakan, Pemagangan Nasional menjawab permasalahan ketersambungan antara lulusan dunia pendidikan yang belum dapat diterima industri karena kurangnya keterampilan sehingga tidak siap memasuki pasar kerja. Program Pemagangan memadukan pelatihan dengan bekerja secara langsung, sehingga peserta pemagangan dapat memperoleh keterampilan baru sekaligus berkesempatan untuk mengasah keterampilan tersebut.  “Untuk memecahkan masalah link and match itulah pemerintah gencar melakukan pemagangan. Melalui pemagangan terpadu ini pemagangan akan sistematis dimana peserta melakukan magang dengan jabatan tertentu, mendapatkan insentif tertentu dan akan mendapatkan sertifikat setelah selesai menjalani program,” ujar Menteri Hanif dalam acara Deklarasi Pemagangan Nasional Menuju Indonesia Kompeten di Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12/2016).

Sementara untuk program pemagangan nasional yang dimulai tahun 2017 akan diikuti oleh sekitar 163.000 pemagang. Angka ini menunjukan komitmen pemerintah dalam menciptakan terobosan untuk percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja di Indonesia melalui program pemagangan nasional dalam negeri secara mandiri.

Metode pemagangan sendiri telah digunakan di berbagai negara untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Oleh sebab itu, pemerintah dengan intensif mengajak para pengusaha agar mendukung program pemagangan. Hal tersebut diwujudkan melalui program Pemagangan Nasional.2.648 perusahaan yang sudah berkomitmen menerima peserta magang tersebut berasal dari kawasan industri yang berada di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sektor-sektor perusahaan yang mengikuti pemagangan antara lain 1.776 perusahaan sektor manufaktur, 200 perusahaan di sektor pariwisata, 12 perusahaan di sektor perbankan, 411 perusahaan di sektor kelautan dan perikanan, 30 perusahaan teknologi informasi dan komunikasi, dan 219 perusahaan sektor ritel.(humas kemnaker/edit/bdr)

 

link
👤 Oleh budi 🕔23 Dec 2016 19:07

Lokasi kantor Kami

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung