Gus Ipul Minta Perusahaan yang Mempekerjakan 29 TKA Ilegal Asal Cina Ditindak

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) minta Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) menindak tegas perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing ilegal yang terbukti melanggar aturan.Pernyataan Gus Ipul ini disampaikan menyusul temuan 29 TKA ilegal di sebuah perusahaan yang ada di Mojokerto. "Saya sudah minta Pak Kardo (Kepala Disnakertransduk) memberi sanksi yang tegas perusahaan yang mempekerjakan TKA asing ilegal sesuai ketentuan yang berlaku," kata Gus Ipul, Kamis (22/12).

Gus Ipul juga menilai jika penemuan 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal Cina di Mojokerto ini merupakan fenomena gunung es. "Masih banyak di bawah permukaan yang perlu kita pastikan secara terus menerus keberadaan TKA ilegal. Saya mengundang semua pihak untuk memberikan informasi lewat saluran yang ada baik pemda maupun yang lain agar bisa kita tindak lanjuti," kata Gus Ipul.

Seluruh serikat pekerja yang ada di Jawa Timur, diharapkan juga turut aktif menjadi mata dan telinga masyarakat sehingga keberadaan TKA ilegal bisa segera dibongkar dan ditertibkan. Keberadaan TKA ilegal, kata Gus Ipul, dipastikan akan mengurangi kesempatan tenaga kerja lokal untuk mendapatkan pekerjaan. Apalagi jika TKA masuk dan bekerja pada tenaga kerja kasar yang harusnya bisa diisi oleh tenaga kerja lokal. "Informasi yang kita dapat dari Kantor Kemenkumhan Jatim, memang terjadi peningkatan tajam pelanggaran keimigrasian. Dibanding tahun 2015 tercatat ada 16 pelanggaran, 14 orang  diantaranya berasal dari negeri Tiongkok," kata Gus Ipul.

Namun pada tahun 2016 ini, jumlah TKA ilegal kemungkinan bisa mencapai ratusan orang. Bulan lalu saja, tercatat ada sekitar 200 orang yg menggunakan visa turis diketahui over stay dan sampai sampai sekarang tidak diketahui keberadaanya.

"Jumlah ini hanya yang terdeteksi melalui Bandara Juanda. Kita belum tahu jika mendaratnya di Manado, Bali, atau Jakarta yang masuk Jatim melalui tranpotasi lokal seperti kereta api dan bus," ujar Gus Ipul. Menurut dia, Pemerintah Jawa Timur akan terus bekejasam dengan semua pihak untuk memastikan tidak ada lagi pekerja ilegal di Jawa Timur.

Pemerintah Jawa Timur juga berharap Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bisa memperketat perizinan TKA. "Jatim juga tidak akan sembarangan untuk memperpanjang izin TKA. Perlu diketahui untuk izin TKA yang mengeluarkan pusat sementara untuk memperpanjang menjadi kewenangan daerah," tambah Gus Ipul.

Sekadar diketahui, dalam inspeksi mendadak yang digelar Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur pada Rabu (21/12) di sebuah perusahaan yang ada di Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto ditemukan adanya 29 TKA asal Cina yang bekerja sebagai pekerja kasar diantaranya sebagai pemanas besi, mencatat besi bekas yang masuk, sopir alat berat, serta beberapa pekerjaan kasar yang sebenarnya bisa dikerjakan oleh pekerja lokal

Dalam sidak kali ini, Dinasker juga menemukan adanya mess atau tempat menginap para TKA yang lokasinya disembunyikan jauh dibelakang pabrik. Bahkan kondisi mess tidak layak, ruangan ukuran 2X2 yang dipenuhi dengan barang bahkan terdapat minuman keras 1 krat dan ditemukan rokok dari China yang tidak ber cukai.

Dalam sidak kali ini juga diketahui dari 29 TKA, hanya 3 TKA yang berizin dan mayoritas dari mereka tidak bisa berbahasa Indonesia.(jatimprov.go.id)

link
👤 Oleh budi 🕔22 Dec 2016 15:37

Lokasi kantor Kami

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung