Disnakertransduk Jatim Adakan Sidak TKA

Surabaya 22 Desember 2016,  Selama dua hari terakhir, Disnakertransduk Prov. Jatim melakukan inspeksi mendadak di berbagai perusahaan/industry di 6(enam) kabupaten/kota di Jatim sebagai upaya shock therapy agar tidak lagi menggunakan TKA yang tak berijin atau  illegal. Persoalan tenaga kerja asing (TKA) asal China di Gresik yang diduga ilegal, akhirnya disikapi Gubernur Jatim Soekarwo. Dalam waktu dekat, ia akan mengumpulkan berbagai pihak untuk membahas kasus ini. Baik dengan DPRD Jatim maupun perusahaan yang mempekerjakan para TKA tersebut. Termasuk PT Petrokimia Gresik.

Salah satu lokasi inspeksi mendadak dilakukan di PT Jaya Mestika Indonesia. Dari sidak itu, ditemukan 26 tenaga kerja asing (TKA) dari China tidak berijin. Menariknya lagi mereka bekerja sebagai pekerja kasar, yang seharusnya menggunakan pekerja lokal. Sidak yang dilakukan Dinaskertransduk Jatim di PT Jaya Mestika Indonesia di Desa Tumapel Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto menemukan para TKA, yang bekerja sebagai pekerja kasar mulai dari memanasi besi, mencatat besi bekas yang masuk, sopir alat berat dan banyak lagi pekerjaan yang harusnya dipegang pekerja lokal, tapi dipegang pekerja asing. Bahkan mayoritas mereka tidak bisa berbahasa Indonesia. Sidak Dinaskertranduk Jatim tidak hanya menemukan puluhan TKA yang menjadi pekerja kasar, tapi juga ditemukan mess tempat menginap para TKA yang lokasinya disembunyikan jauh di belakang pabrik. Bahkan kondisi mess tidak layak, ruangan ukuran 2x2 yang dipenuhi dengan barang, bahkan terdapat minuman keras 1 krat dan ditemukan rokok dari China yang tidak bercukai.

Kadisnakertransduk Jatim, Sukardo, menyampaikan, dari sidak diketahui terdapat 29 TKA, namun  hanya 3 TKA yang berijin. Ironisnya, TKA tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia dan tidak memiliki keahlian khusus. Mereka bekerja sebagai pekerja kasar.  Untuk itu, Dinaskertranduk Jatim akan menindaklanjuti temuan ini dengan memeriksa secara detail ijin maupun paspornya dan memanggil manajemen perusahaan dan para TKA ini bisa dideportasi.

 

"Tim Dinaskertransduk Jatim terus melakukan sidak untuk mengetahui TKA yang bekerja di Jatim. Selain di PT Mestika Indonesia, sebelumnya Dinaskertranduk juga melakukan sidak di sejumlah perusahaan di Gresik, Lamongan, Sidoarjo, Krian dan hari ini, Mojokerto," tuturnya. 

Sukardo menambahkan, dari sidak di sejumlah pabrik itu, temuannya hampir semua sama, TKA yang dipekerjakan melebihi ijin yang diberikan. Bahkan TKA yang bekerja juga over stay, dan modus yang dilakukan pun hampir sama, ada mess di dalam pabrik yang jauh dari pemukiman dan tertutup dari area luar. 

Sukardo menegaskan, di Jawa timur terdapat 37 ribu lebih industri dan kemungkinan besar temuan ini juga terjadi di mayoritas industri di Jatim. Untuk itu, Disnakertransduk Jatim akan terus melakukan sidak untuk mengetahui TKA di perusahaan, khususnya yang tidak berijin.

Sementara, Reno Zulkarnaen salah seorang anggota Komisi E DPRD Jatim berharap agar Pemprov Jatim bersama lembaga terkait, baik kepolisian maupun Imigrasi untuk segera bekerjasama dalam menghadapi TKA di Jatim yang ilegal.(SP/Bhirawa/pojokpitu/2016)

link
👤 Oleh budi 🕔22 Dec 2016 09:34

Lokasi kantor Kami

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung