KIAT SUKSES MERAIH KERJA

KIAT SUKSES MERAIH KERJA

Bekerja adalah keinginan semua orang karena bekerja merupakan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sebagian orang merasa frustasi karena sulitnya mendapatkan pekerjaan, meskipun sudah berusaha mencari dan telah mengirimkan banyak lamaran pekerjaan namun tidak sedikit pula orang yang dengan mudahnya berganti-ganti pekerjaan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginanya. Meskipun proses pencarian kerja sudah terjadi sejak lama, namun sedikit orang yang masih belum mengetahui bagaimana cara menulis surat lamaran yang baik.

 

A. CARA MEMBUAT SURAT LAMARAN KERJA YANG BAIK

Yang terpenting dari menulis surat lamaran adalah lembar pembukaan yang dikirm bersmaan dengan curriculum vitae (CV) seta lampiran yang dibutuhkan oleh perusahaan. Untuk membuat surat lamaran pekerjaan yang baik, sebelumnya perhatikan dulu beberapa hal sebagai berikut:

1. Jangan menulis ulang yang ada di CV

Surat lamaran seharusnya memang menjelaskan apa pencapaian kalian dan beberapa hal yang ada di CV. Namun usahakan jangan membuatnya sama dengan CV yang kalian tulis sebagai lampiran. Coba rangkum pencapaian dan data kalian dengan singkat menggunakan kata-kata yang menarik.

2. Paragraf pertama dan terakhir

Perhatikan paragraf pertama dan terakhir pada surat lamaran kerja. Pastikan bahwa paragraf awal tidak berbelit-belit dan langsung ke pokok bahasan. Paragraf awal harus jelas dan bersifat menjual. Sementara di paragraf terakhir harus terlihat tegas dan meminta mereka menghubungi jika berkenan. Jangan buat paragraf terakhir yang mengambang, terlihat tak peduli atau terlalu berharap dengan cara yang buruk.

3. Bicarakan perusahaan

Sebelum nenulis surat lamaran pekerjaan, lakukan dulu beberapa penelitian terkait perusahaan. Pihak perusahaan akan senang jika pelamar mengetahui banyak hal tentang mereka. Namun jangan berbusa-busa ketika membicarakannya. Tetap jelas dan tujukkan bagaimana perusahaan tersebut mempunyai kesan yang baik dan di bidang apa yang cocok bagi pelamar untuk dapat berkontribusi.

4. Jangan sebutkan semua kemampuan

Semua kemampuan dan keterampilan yang dimiliki pelamar tentunya sudah ada di CV yang dilampirkan. Untuk itu jangan repot-repot menyebutkan semuannya di surat lamaran pekerjaan. Sebutkan tiga atau maksimal lima saja kemapuan serta pengalaman yang dianggap terbaik dan sesuai dengan pekerjaan yang akan di lamar.

5. Tunjukkan kepribadian

Pastikan surat lamaran kerja yang ditulis dapat mencerminkan betapa antusiasnya anda untuk mendapat pekerjaan tersebut. Jangan gunakan kalimat negative dan gunakan kalimat kerja aktif yang dinamis.

6. Tanda tangani surat lamaran kerja

Kecuali menggunakan lembar lamaran kerja khusus dari perusahan atau secara online, pastikan anda menandatangani surat lamaran kerja yang dikirim. Ini mungkin terdengar kuno, namun ini menunjukkan keaslian diri anda melalui tanda tangan.

7. Presentasi surat

Meski isinya sangat menarik, namun jika surat lamaran kerja yang dibuat jelek, kotor, penuh dengan tip-ex dan salah ketik, maka nilai lamaran kerja anda akan berkurang. Untuk itu, sebelum mengirimnya, cek ulang. Minta teman atau keluarga untuk membacanya dan mencari tahu kesalahannya sebelum dikirim.

Berkas yang harus disiapkan :

Surat lamaran, pas foto, CV, ijasah/sertifikat ketrampilan, surat rekomendasi pengalaman kerja, surat keterangan/sertifikat aktivitas sosial, seminar, pelatihan dll serta kartu AK1 (kartu kuning dari disnaker setempat)

 

B.  BAGAIMANA MEMBUAT CURRICULUM VITAE (CV) YANG EFEKTIF DAN MENARIK

Curriculum Vitae (CV) atau resume adalah gambaran diri anda. CV adalah hal pertama yang dilihat perusahaan dari diri seorang pelamar saat melamar sebuah pekerjaan. Keberadaan CV sangatlah krusial karena lewat CV itulah perusahaan mendapat kesan pertama mengenai kita. Ibaratnya apa yang kita tulis di CV adalah usaha kita dalam self-branding dan memasarkan keahlian diri sehingga kita terpilih menjadi orang yang tepat dalam mengisi posisi kerja yang dibutuhkan. Memiliki CV yang efektif dan menarik akan meningkatkan kesempatan anda dalam mendapatkan pekerjaan idaman anda. Lalu bagaimana cara membuat CV yang efektif, menarik dan menjual? Sebelum masuk ke cara membuat CV yang efektif, mari kita membahas sedikit mengenai CV atau resume, apa yang dimaksud dengan CV?

CV atau resume adalah sebuah dokumen yang menjelaskan secara ringkas mengenai siapa diri anda, apa saja pencapaian yang telah anda lakukan di masa lalu, bagaimana relevansi pengalaman anda terhadap posisi pekerjaan yang dilamar, serta apakah anda orang yang tepat atau tidak untuk dipilih diantara para calon atau kandidat lainnya. Intinya, CV merupakan gambaran personifikasi diri dalam tulisan. CV yang baik adalah dimana pembaca CV tersebut dapat membayangkn dengan baik sang pembuat CV sebelum bertemu langsung secara fisik.

Apa saja kegunaan CV atau resume?

CV atau resume bagi perusahaan yang membuka lowongan kerja adalah mempermudah mengevaluasi kompetensi dan bakat pelamar yang memiliki relevansi dengan apa yang benar-benar dibutuhkan oleh perusaha. CV atau resume bagi pelamar adalah mendeskripsikan kemampuan yang dimilik dengan cara realistis dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Tingkat relevensinya tergantung dari teknik evaluasi yng dilakukan pelamar.

Apa saja jenis CV atau resume?

1. Curriculum Vitae berdasarkan urutan kronologis

Jenis CV ini mengedepankan pendidikan dan pengalaman kerja dalam urutan kronologis, baik digunakan bila anda mempunyai tipe pekerjaan yang sama sepanjang karir anda, sehingga CV model ini akan memperlihatkan perkembangan karir anda. Cv seperti ini lebih disenangi oleh sejumlah perusahaan, karena format susunannya yang dimulai dengan pengalaman kerja paling baru. CV yang biasa digunakan kebanyakan orang.

2.Curriculum Vitae berdasarkan keterampilan

Jenis CV ini lebih terfokus pada keterampilan dibidang pengalaman kerja. Fungsinya untuk menyakinkan pemberi kerja bahwa anda mempunyai keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tersebut. CV ini cocok untuk para fresh graduate dan orang yang ingin berganti pekerjaan ke bidang yang berbeda dengan bidang kerjanya dulu.

 

Apa saja yang harus dicantumkan dalam sebuah CV?

Yang biasa dicantumkan daalam CV antara lain adalah:

1. Data Pribadi

Bagian ini berisi nama, alamat, email, handphone dan identitas pribadi lainnya. Sangatlah bagi anda untuk selalu mencantumkan nomor kontak atau email anda karena itu adalah satu-satunya cara perusahaan yang merekrut bisa menghubungi anda kembali jika sesuai dengan criteria yang ditetapkan.

2. Pendidikan

Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang pendidikan dan hubungannya dengan pekerjaan yang silamar, cantumkan pendidikan satu SMU ke atas termasuk jika ada pendidikan non formal khusus yang anda ikuti.

3. Pengalaman Pribadi

Bagian ini merupakan bagian yang paling sering diperhatikan oleh perusahaan yang merekrut. Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang sukup atau masih terbatas. Di bagian ini, recruiter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian yang panjang. Oleh karena itu anda harus menjelaskan secara detail apa yang anda kerjakan, nama perusahaan tempat kerja sebelumnya, posisi anda, dan pekerjaan yang ada lakukan sehari-hari (Job Description). Informasi ini akan membantu memahami cakupan kerja yang dilakukan, keterampilan yang dimiliki serta bisa memperkirakan nilai tambah yang dimiliki seorang kandidat.

4. Keterampilan Yang Dimiliki

Dalam CV anda, ada kalanya anda perlu menjelaskan keterampilan apa saja yang anda miliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Sedapat mungkin hindari penulisan keterampilan seperti: mampu berkomunikasi dengan baik, dapat bekerja dalam tim, cepat belajar hal yang baru. Penjelasan seperti itu tidak memberikan nilai tambah karena semua kandidat juga melakukan hal yang sama. Mungkin dalam bagian ini anda bisa menambahkan keterampilan anda dalam berbahasa lebih dari satu bahasa atau keterampilan dalam menggunakan aplikasi-aplikasi computer.

5. Training yang pernah diikuti

Masukkan daftar pelatihan/training apa saja yang pernah anda ikuti sebelumnya untuk memberi gambaran sejauh mana anda telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki. Jangan masukkan smua trining karena jumlahnya akan sangat panjang. Pilih yang releven dan sesuai dengan target pada organisasi yang dituju.

6. Prestasi

Ini adalah bagian yang penting disamping pengalaman kerja yang menjelaskan keunikan sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu. Anda bisa menjelaskan secara singkat prestasi di pekerjaan, pendidikan ataupun dalam bidang kemasyarakatan atau hal-hal di luar pekerjaan juga menarik bagi seorang rekruter untuk digali lebih jauh.

7. Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan

Anda perlu memberikan sedikit gambaran kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Ani akan menunjukkan bahwa anda bisa membagi waktu dan memiliki wawasan yang lebih luas, tidak hanya sebatas pekerjaan.

Bagaimana membuat CV yang efektif dan menarik? Apa tips dan trik dalam membuat CV yang menarik?

1. Rapi dan mudah dibaca

Ini merupakan syarat utama dari sebuah CV atau resume yang efektif dan menjual. Penampilan CV tertentu akan menjadi kesan pertama selanjutnya atau menyerah sebelum membaca apa yang ada di dalamnya. Kerapian dapat menggambarkan seseorang yang tertib, teratur, sistematis juga kemampuan bekerja-sama dengan orang lain. Jadi pastikan anda menggunakan hus\ruf dengan ukuran normal, spasi jangan terlalu rapat, margin tidak konsisten, atau ejaan yang banyak kesalahan. Gunakan format standar, ubahlah format tersebut sesuai dengan kebutuhan.

2. Memberikan informasi lengkap

CV atau resume yang efektif selalu memberikan informasi lengkap dan releven kepada orang yang membacanya, setidaknya mencakup semua yang telah dialami. Untuk gaji jabarkan di poin sebelumnya. Gunakan gaya bahasa yang formal dan kalimat-kalimat yang sederhana serta konsisten dalam seluruh dokumen anda, dan tulisalah CV dengan jujur dan akurat.

3. Disajikan secara ringkas

CV atau resume yang efektif memang harus menyajikan informasi secara lengkap, tapi bukan berarti CV atau resume anda harus panjang sekali sampai 10 halaman. Cobalah anda memaparkan informasi penting, detail dan releven terhadap pekerjaan yang dituju hanya dalam 1-2 halaman.

4. Konsistensi karir

Sudah menjadi rahasia umum kalau satu hal ini adalah salah satu kunci penting yang menentukan untuk dihubungi oleh pihak perusahaan menuju tahapan rekrutmen berikutnya. Pihak perusahaan lebih memilih specialis dalam bidang tertentu untuk mengisi posisi yang lowong.

5. Karir progresif

Ketika anda sudah menjadi spesialis di satu bidang keputusan untuk menuju tahap rekrutmen berikut biasanya akan lebih mudah diambil oleh pihak perusahaan kalau apabila anda menjalani karir yang progresif. Karena disinilah indicator paling nyata apakah anda mampu memberikan performa kerja terbaik dalam spesialisasa yang dipilih- yang berarti pula mendapar ganjaran berupa promosi jabatan kalau memang berprestasi.

6. Achievement / prestasi

Jangan pernah ragu untuk mencantumkan percapaian prestasi yang diukir dalam tiap jabatan atau posisi yang ditempati sebelumnya. Inilah kesempatan terbaik untuk menjual bukti kemampuan dan kompetemsi yang sesungguhnya kepada pihak perusahaan yang merekrut.

7. Custom made

Yang dimaksud custom made disini adalah mengubah dan menyesuaikan CV atau resume agar sedapat mungkin menunjukkan kepada pihak perusahaan yang merekrut bahwa kemampuan dan kompetensi yang anda miliki memang menyamai atau mendekati persyaratan kerja yang dicari oleh pihak perusahaan.

 

Mengirim Lamaran dengan Email

Dengan berkembangnya teknologi saat ini sudah banyak perusahaan yang mengijinkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Pengirim lamaran melalui email akan lebih praktis, cepat dan ekonomis baik bagi pencari kerja maupun bagi perusahaan. Berikut ini tips dan trick menulis dan mengirimkan surat lamaran di email:

1. Judul Email

Apabila perusahaan tidak mengatur pelamar mencantumkan kode tertentu untuk judul lammaran maka judul email di tulis jelas tetapi singkat.

Contoh : “Lamaran untuk posisis manajer pemasaran”.

2. Dimana surat lamaran ditulis

Sesuai ketentuan umum berbagai perusahaan yang bergerak di bidang recruiting baik perusahaan nasional maupun multinational bahwa surat lamaran (cover letter) dapat langsung ditulis pada badan email.

3. Bagaimana dengan resume

Jangan menulis resume anda di badan email. Tuliskan dalam filr tersendiri dan jadikan sebagai lampiran (attach) email anda.

4. Jenis file attachment yang dikirim

Pada umumnya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerjanya, jenis file yang boleh anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS word, terkadang mereka mengijinkan anda untuk mengirimkan file berformat pdf atau cls. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume anda dalam file MS Word (.doc).

5. Ukuran/bobot (Size) email

Usahakan ukuran email anda termasuk lampiran (attach) tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach (dilampirkan). Karena itu periksa besar file yang anda lampirkan. Jika anda diminta menyertakan foto, jangan memasukan file foto yang size-nya (bobot filenya) terlalu besar. Perkecil size-nya (bobot filenya) dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor.

6. Dijadikan satu dalam bentuk ZIP

Bentuk file zip adalah bentuk file yang dimampatkan (dipadatkan). Banyak perusahaan yang meminta agar file yang dilampirkan (di attach) dijadikan satu dalam sebuah file zip. Sehingga selain ukuran file menjadi lebih kecil/ringan, juga jumlah file yang dikirim menjadi hanya satu file. Ini memudahkan pihak perusahaan dalam mendokumentasikan dan menyortir file-file dari pelamar. Ukuran file yang terlalu besar menjadikan perusahaan akan malas untuk membukannya

7. Lakukan uji coba pengiriman email

Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, anda perlu melakukan uji coba pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran anda, lengkap dengan attachmentnya ke alamat email anda yang lainnya. Dengan melakukan uji coba terlebih dulu, maka anda dapat melihat sendiri hasil pengiriman email anda tersebut. Untuk kemudian dlakukan perbaikan-perbaikan bila diperlukan.

Uji coba pengiriman email ini sangat diperlukan, karena sering kali format email yang anda kirim berubah setelah sampai di aqlamat email lain. Misalnya mengirimkan emal dari yahoo keg mail, atau sebaliknya.

 

C. KIAT SUKSES MENGHADAPI WAWANCARA KERJA

Kiat sukses menghadapi wawancara kerja (interview) yang baik!!!

Bagaimana cara-cara agar sukses menghadapi wawancara kerja?

1. Ciptakan kesan pertama yang baik. Ketika mendapat panggilan kerja, beberapa hal penting yang dipersiapkan yaitu bagaimana menciptakan kesan pertama yang baik, dimana akan membuka peluang untuk mengikuti proses seleksi berikutnya. Mempersiapkan diri sebaik mungkin adalah pilihan yang tak bisa ditawarkan.

2. Cerdas dalam menjawab wawancara. Hati-hati anda terlalu banyak bicara saat sesi wawancara kerja berlangsung, karena hal tersebut dapat dianggap cerewet dan kurang percaya diri. Bahkan lebih dari itu anda akan kehilangan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi selanjutnya, jangan gugup saat wawancara, berikan jawaban yang releven dengan apa yang ditanyakan. Bila menyampaikan pertanyaan yang tidak perlu atau kurang focus, maka anda telah memberikan kesan yang buruk yang mengakibatkan pewawancara kehilangan perhatian kepada anda dan akhirnya andapun akan kehilangan kesempatan lulus seleksi. Untuk itu :

  • Jawab dengan singkat bila dimintai menceritakan diri anda, pekerjaan anda, dan prestasi kerja yang telah anda capai, maka jawab dengan singkat dan padat. Usahakan agar tidak lebih dari 2 menit untuk setiap hal yang ditanyakan.
  • Pahami setiap pertanyaan, dan berikan kesan bahwa anda adalah tipe orang yang terbiasa untuk mempersiapkan jawaban dengan baik dan jawablah dengan tenang dan tidak terburu-buru.
  • Perhatikan bahasa tubuh
  • Perhatikan bahasa tubuh lawan bicara anda selama proses wawancara berlangsung, hal itu akan memberikan banyak masukan berharga tentang respons yang telah anda berikan, atau bagaimana jawaban anda disikapi, melalui bahasa tubuh anda dapat memperbaiki kualitas jawaban anda.

3. Bertanyalah pada saat anda diwawancarai. Seringkali dalam sebuah wawancara anda diberikan kesempatan untuk bertanya, manfaatkan dan berikan kesan dengan pertanyaan anda bahwa anda tertarik dengan perusahaan yang anda lamar.

4. Tepat waktu. Jangan sedikitpun terlambat, hal ini memberikan kesan yang buruk dalam sebuah wawancara. Hadirlah 15 menit lebih awal dari waktu yang telah ditetapkan dan upayakan tampil dengan wajah yang segar.

5. Jaga penampilan. Banyak orang yang memberikan penilaian melalui penampilan anda, untuk itu tampilah diri anda layaknya seorang professional tapi jangan terlalu formal atau juga terlalu casual. Salah-salah anda dikira tidak serius dengan tawaran pekerjaan yang akan diberikan.

6. Berjabat tangan.Lakukan dengan wajar dan genggamlah tangan lawan bicara anda agar santai dan tidak terlalu keras dan ini menunjukkan rasa percaya diri anda.

7. Bahasa tubuh. Mungkin anda terlihat diam saat wawancara berlangsung, namun bahasa tubuh anda yang anda akan mengatakan sesuatu yang anda sembunyikan. Sebuah studi menunjukkan bahwa 55% dari sebuah proses komunikasi diterima melalui bahasa tubuh.

Duduk dengan menunjukkan rasa percaya diri yang kuat dengan posisi formal dan memperhatikan ditunjukan kepada pewawancara, dan jangan tunjukkan kegelisahan anda. Percayalah kesan pertama yang baik akan anda dapatkan.

8. Belajar dari pengalaman. Melalui berbagai sesi wawancara kerja yang telah diikuti, anda tentunya telah belajar banyak hal, hargai waktu anda dengan memberikan jawaban yang ringkas, padat serta cerdas untuk menjelaskan kualifikasi anda. Dengan demikian anda lenih mengenal kekuatan dan kelemahan diri anda, dan siap untuk menyongsong tawaran kerja yang dating. 

Berikut ini disajikan cara atau tips untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan substantif yang paling umum dan banyak ditanyakan dalam sebuah wawancara pekerjaan

1. Beritahukan kepada kami tentang diri anda ? biasanyanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab sempat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.

2.  Apa yang anda ketahui tentang kami? Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyaraka, target, permasalahan, gaya manajemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negates seperti “Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problem, itu alas an saya disini”. Tekankan keunggulan perusahaan dan minat anda terhadap hal tersebut.

3. Apa yang dapat anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri) Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang anda telah capai. Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian anda, gabungkan dengan sejarah anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan anda menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah

4. Apa yang paling menarik menurut anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik? Sebutkan tiga sampai empat factor yang menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dari satu hal kecil sebagai factor yang kurang menarik.

5. Mengapa kami harus merekrut anda? Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.

6. Apa yang anda cari di dalam sebuah pekerjaan?Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. Beritahukan pewawancara kalau anda ingin memberikan konstribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.

7. Menurut anda, apa define dari posisi yang anda inginkan?Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan anda mengerti posisi tersebut sebelum anda hendak menjawab.

8. Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami? Beri jawaban yang realistis. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.

9.Berapa lama anda akan bersama kami?Beritahukan pewawancara bahwa anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut namun anda ining tetap tertantang untuk mencapai target bersama.

10. Dari resume anda, kami rasa anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat anda?Ini pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan anda. Cara terbaik menanganinya adalah menjawab bahwa anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.

11. Kenapa anda meninggalkan pekerjaan anda yang sebelumnya? Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena anda dipecat. Namun yang perlu diperhatikan, anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini, jangan anda terbawa emosi

12. Apa yang anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan anda? Beritahu pewawancara bahwa anda merasa khawatir namun jangan terkesan panic. Katakana bahwa anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk anda. Jangan menunjukkan bahwa lebih mementingkan kestabilan keuangan.

13. Pada pekerjaan anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan anda? Dan apa yang tidak berkenan ?Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif dari pada yang anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika anda membuat oekejaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme anda.

14. Apa pendapat anda tentang bos dan sebelumnya?Ini juga petanyaan yang harus anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos anda akan merasa anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa yang telah anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.

15. Mengapa anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia anda?Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan, beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersifat defensif.

16. Berapa gaji yang anda minta ?Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan anda menyebutkan angka kisaran yang anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika anda pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya anda mengelaknya dengan mengatakan anda ingin tahu seberapa banyak tanggungjawab yang akan anda pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa anda lebih mementingkan pekerjaannya namun jangan menjual standar anda.

17. Apa target jangka panjang anda? Untuk menjawab pertanyaan ini, anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan jawaban yang singkron dengan milik perusahaan.

19. Seberapa sukses yang anda rasa telah capai?Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara anda seorang yang suka membesar-besarkan sesuatu.

Setelah selesai wawancara, jabat tangan pewawancara dengan mantap dan ucapkan terima kasih atas kesempatan wawancara pekerjaan yang telah dilaksanakan.

  *)Sumber Kemnaker RI

👤 Oleh 🕔20 Jul 2016 11:16

Lokasi kantor Kami

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung