MENGENAL PASAR KERJA MYANMAR

MENYONSONG ASEAN ECONOMY COMMUNITY 2016

Memahami Karakteristk Pasar Kerja Negara Anggota Asean

Nama resmi                           : Republik Persatuan Myanmar

Ibukota                                  : Yangon (per 7 Nopember 2005 pindah ke Naypyidaw)

Luas                                     : 680 ribu km²

Sistem Pemerintahan            : Presidensial

Kepala Pemerintahan            : Presiden

Bahasa Resmi                     : Myamar

Mata uang                           : Kyat (MMK)

Kegiatan Perekonomian        : Pertanian (beras), kehutanan (penebangan kayu, Pertambangan dan Pariwisata

Iklim                                    : Iklim monsun tropika, menerima hujan 5000 mm setahun di kawasan pantai. Di kawasan delata, menerima hujan 2500 mm setahun. Sementara di Zon Kering (tengah Myanmar) hanya 1000 mm setahun. Kawasan pesisir pantai dan delta suhunya 32`C. Utara Myanmar suhunya 21`C.

Pendapatan per kapita          : US$1,691 

Komoditas                           : Industri pertanian (beras), pertambangan (timbal, seng, emas, perak, permata, minyak bumi, dan tungsten), industri pengolahan ikan, pemotongan kayu, semen, tekstil, dan berbagai barang kerajinan

Lowongan Formal                : Tenaga disektor Industri agrobisnis, Industri penebangan kayu, tenaga ahli dan terampil disektor pertambangan, telekomunikasi, jalan dan bangunan.

*) Upah rata-rata                  : US$ 40/bulan (Pebruari 2013)

 

Republik Persatuan Myanmar (juga dikenal sebagai Birma, disebut "Burma" di dunia Barat) adalah sebuah negara di Asia Tenggara. Negara seluas 680 ribu km² ini telah diperintah oleh pemerintahan militer sejak kudeta tahun 1988. Negara ini adalah negara berkembang dan memiliki populasi lebih dari 50 juta jiwa. Ibu kota negara ini sebelumnya terletak di Yangon sebelum dipindahkan oleh pemerintahan junta militer ke Naypyidaw pada tanggal 7 November 2005. Pada 1988, terjadi gelombang demonstrasi besar menentang pemerintahan junta militer. Gelombang demonstrasi ini berakhir dengan tindak kekerasan yang dilakukan tentara terhadap para demonstran. Lebih dari 3000 orang terbunuh.Pada pemilu 1990 partai pro-demokrasi pimpinan Aung San Suu Kyi memenangi 82 persen suara namun hasil pemilu ini tidak diakui rezim militer yang berkuasa.

Perubahan nama dari Burma menjadi Myanmar dilakukan oleh pemerintahan junta militer pada tanggal 18 Juni 1989. Junta militer mengubah nama Burma menjadi Myanmar agar etnis non-Burma merasa menjadi bagian dari negara. Walaupun begitu, perubahan nama ini tidak sepenuhnya diadopsi oleh dunia internasional, terutama di negara-negara persemakmuran Inggris. Beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Irlandia yang tidak mengakui legitimasi kekuasaan junta militer tetap menggunakan "Burma" untuk merujuk kepada negara tersebut.

Aung San, ayah dari Aung San Suu Kyi, bersama U Nu adalah tokoh utama di balik kemerdekaan dan menjadi pemimpin negara. Akan tetapi, pada tahun 1962, militer yang didominasi etnis Birma mengambil alih kekuasaan negara. Ne Win adalah otak di balik kudeta itu. Cikal bakal junta militer sekarang (disebut sebagai Dewan Negara untuk Perdamaian dan Pembangunan / SPDC) berasal dari kekuasaan Ne Win itu. SPDC sendiri didominasi oleh etnis Birma. Konfigurasi kekuasaan hak pun menjadi tidak berimbang antara etnis Birma yang mendominasi dan etnis non-Birma yang merasa ditindas. Sehingga muncullah perlawanan dari beberapa etnis non-Birma, termasuk etnis Karen, yang mendominasi wilayah pegunungan di utara, yang dikenal sebagai golden triangle (segitiga emas). Birma memilih cara apa pun untuk mencegah hal itu terjadi. Sejak 1960-an, terjadilah diaspora warga Myanmar. Berbagai warga Myanmar dari kelompok etnis kini tinggal di Thailand, Bangladesh, Cina, Laos, dan India. Semua negara ini berbatasan langsung dengan Myanmar.

 

Perekonomian

Setelah terisolasi selama puluhan tahun, Myanmar membuka diri terutama bagi perusahaan internasional yang bergerak dalam pertanian. Itu baik bagi ekonomi, tapi hutan besar di negara itu menderita. Di bawah pimpinan Presiden Thein Sein, pemerintah Myanmar mengadakan serangkaian reformasi untuk membuka negara yang sebelumnya terisolasi dari dunia internasional. Sebagai reaksinya, Uni Eropa dan AS mencabut sanksi ekonomi dan perdagangan yang ditetapkan selama junta militer memerintah sebelum Thein Sein. Sekarang jalan terbuka bagi investasi internasional di negara yang miskin itu. Para investaor barat semakin tertarik dan memprediksi Myanmar nantinya akan jadi lahan investasi pertanian terbesar di dunia. Namun demikian, konsesi bagi perusahaan agraria mendorong pembalakan hutan lebih dari hal-hal lainnya.

Untuk investasi industri padat modal sepertinya masih akan tetap tumbuh karena pertimbangan supply dan kebutuhan domestik yang tinggi. Namun, yang cocok di Myanmar adalah pengembangan untuk industri padat karya. Pemerintah reformis Myanmar mengundang investasi asing di sektor pertanian yang sedang mengalami kesulitan, Akhir tahun 2013 pemerintah Myanmar mengundang investaor dengan segala kemudahan yang ditawarkan. Untuk itu, banyak pihak menyebutkan sebagai waktu terbaik dan kesempatan yang baik untuk berinvestasi di (Myanmar) karena kondisi iklim yang menguntungkan, lahan dan sumber daya tenaga kerja yang luas, dan kebijakan yang menguntungkan untuk agribisnis," kata Khin Mya Mya, wakil direktur di kementerian pertanian, dalam sebuah konferensi di Yangon.  Tawaran bagi investor untuk berinvestasi di Myanmar adalah  dengan menekankan wilayah lahan pertanian yang luas , sumber daya alam yang melimpah, posisi strategis antara Cina dan India dan upah tenaga kerja yang rendah. Selain itu, bagi investor Myanmar dipandang sebagai pasar yang berpotensi besar untuk perusahaan asing. Tetapi banyak yang menunggu diberlakukannya undang-undang investasi asing baru - yang dikirim kembali ke parlemen oleh Presiden Thein Sein untuk perubahan lebih lanjut.

Pemerintah Myanmar juga telah menggantungkan harapan pada reformasi ekonomi. Pada Januari, negara itu mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk menawarkan delapan tahun pembebasan pajak untuk investor asing di negara yang terkenal dengan industri permatanya itu. Selain itu, hampir 52% wilayahnya masih berupa hutan yang banyak menghasilkan kayu. Di kawasan dataran rendah banyak digunakan sebagai lahan pertanian. Pada masa lalu, Myanmar merupakan negara penghasil beras utama di wilayah Asia Tenggara, namun saat ini seiring dengan kemajuan pertanian di berbagai negara, Myanmar menempati urutan keenam sebagai negara penghasil beras di Asia Tenggara.

Potensi Alam Myanmar memiliki bentang alam yang bervariatif dari dataran rendah sampai pegunungan. Banyaknya sungai-sungai besar dan gunung api menyebabkan kondisi tanahnya sangat subur. Hal tersebut sangat menunjang bagi kegiatan agraris seperti pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Sedang potensi perdagangan adalah  komoditas perdagangan Myanmar meliputi kayu (terutama kayu jati), beras, pupuk, dan berbagai barang kerajinan. Sektor pariwisata yang ditawarkan negeri ini berupa bangunan bersejarah, festival keagamaan, dan banyak kesenian tradisional. Potensi Industri Myanmar kaya akan hasil-hasil alam, pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Oleh karena itu, industri yang berkembang merupakan industri pengolahan hasil alam. Berbagai jenis industri di Myanmar adalah industri pertambangan (timbal, seng, emas, perak, permata, minyak bumi, dan tungsten), industri pengolahan ikan, pemotongan kayu, semen, tekstil, dan berbagai barang kerajinan.

 

Informasi Pasar Kerja

Pemerintah reformis Myanmar mengundang investasi asing di sektor pertanian yang sedang mengalami kesulitan, sebagai bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali perekonomian. Kondisi itu menjadi waktu terbaik dan kesempatan yang baik untuk berinvestasi di (Myanmar) yang pada akhirnya mampu menciptakan lapangan kerja. Pemerintah Myanmar membangun zona ekonomi khusus dan kawasan industri pertamanya.Upah buruh buruh di Myanmar dan Kamboja, rata-rata hanya mencapai US$ 40/bulan jika dibanding dengan upah buruh di Indonesia rata-rata US$ 200/bulan maka akan menarik investor. Selain dilihat dari upah yang lebih rendah, produktivitas kerja buruh di Myanmar dan Kamboja juga lebih baik. Hal ini menyebabkan para investor asing khususnya di sektor industri padat karya seperti garmen, tekstil, dan makanan minuman memilih merelokasi investasi mereka ke Myanmar.

Beberapa BUMN Indonesia yang akan dan telah meninvestasikan di Myanmar adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang mendapat kepercayaan mengelola jaringan Information & Communication Technology (ICT) di Myanmar. PT Petro Kimia Gresik dalam pembuatan pabrik pupuk dan PT Tambang Timah  untuk penambangan timah. Berita terbaru bahwa Indonesia akan segera memasuki pasar jasa konstruksi Myanmar yang juga mengindikasikan bahwa perusahaan konstruksi nasional sudah bersiap-siap menghadapi persaingan pasar bebas ASEAN. Sumber Kementerian BUMN, bahwa dalam waktu dekat, Indonesia akan memasuki pasar jasa konstruksi Myanmar, mempekerjakan kontraktor terutama pada pembangunan fasilitas jalan dan bangunan

👤 Oleh 🕔14 Oct 2015 13:56

Lokasi kantor Kami

Facebook

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung