MENGENAL PASAR KERJA KAMBOJA

MENYONSONG ASEAN ECONOMY COMMUNITY 2016

Memahami Karakteristk Pasar Kerja Negara Anggota Asean

Nama resmi                     : Kingdom of Cambodia

Ibukota                            : Phnom Penh

Luas                                :  181.035 km2

Sistem Pemerintahan       : Kerajaan Konstitusional

Kepala Pemerintahan       : Perdana Menteri

Bahasa Resmi                : Khmer

Mata uang                      :  Riel

Kegiatan Perekonomian   :  Sektor pertanian (agriculture) masih menjadi andalan utama kehidupan ekonomi masyarakat terutama bagi masyarakat desa, selain itu bidang pariwisata dan tekstil/garmen. Kamboja merupakan salah satu negara yang memiliki komoditas utama seperti pakaian, kayu, karet, beras, ikan, tembakau dan alas kaki.

Iklim                               :  Iklimnya tropis dengan suku antara 20-36 Derajat Celsius

Pendapatan per kapita     :  US$ 897 (tahun 2013)

Komoditas                      : Kondisi tanahnya yang subur menjadikan Kamboja sebagai salah satu penghasil beras terbesar di Asean

Lowongan Formal            :  Jasa konstruksi, industri wisata dan perhotelan, tehnisi tekstil/garmen, jasa perbankan dan tenaga dibidang real estate/ bangunan serta industri agriculture.

*) Upah rata-rata             : USD 64,3-75 per bulan (April 2013)

 

Kerajaan Kamboja adalah sebuah negara berbentuk monarki konstitusional di Asia Tenggara. Negara ini merupakan penerus Kekaisaran Khmer yang pernah menguasai seluruh Semenanjung Indochina antara abad ke-11 dan 14. Kamboja area seluas 181.035 km2 Dengan jumlah penduduk mencapai 14 juta jiwa, dan luas wilayah 181.035 kilometer persegi, Kamboja terbagi dalam 20 propinsi dan memiliki empat kotamadya berbatasan dengan Thailand di sebelah barat, Laos di utara, Vietnam di timur, dan Teluk Thailand di selatan. Sungai Mekong dan Danau Tonle Sap melintasi negara ini. Perkembangan peradaban Kamboja mempunyai hubungan dekat dengan China dan India. Kekuasaan dua negara ini runtuh ketika Kerajaan Khmer dibangun dan berkuasa hingga abad ke-15. Ibukota Kerajaan Khmer terletak di Angkor, sebuah daerah yang dibangun pada masa kejayaan Khmer. Angkor Wat, yang dibangun juga pada saat itu, menjadi simbol bagi kekuasaan Khmer. Selama 3 abad berikutnya, Khmer dikuasai oleh Raja-raja dari Thai dan Vietnam secara bergilir. Kamboja dijadikan daerah Protektorat oleh Perancis dari tahun 1863 sampai dengan 1953, sebagai daerah dari Koloni Indochina. Setelah penjajahan Jepang pada 1940-an, akhirnya Kamboja meraih kemerdekaannya dari Perancis pada 9 November 1953. Kamboja menjadi sebuah kerajaan konstitusional dibawah kepemimpinan Raja Norodom Sihanouk.

Pada saat Perang Vietnam tahun 1960-an, Kerajaan Kamboja memilih untuk netral. Hal ini tidak dibiarkan oleh petinggi militer, yaitu Jendral Lon Nol dan Pangeran Sirik Matak yang merupakan aliansi pro-AS untuk menyingkirkan Norodom Sihanouk dari kekuasaannya. Dari Beijing, Norodom Sihanouk memutuskan untuk beraliansi dengan gerombolan Khmer Merah, yang bertujuan untuk menguasai kembali tahtanya yang direbut oleh Lon Nol. Hal inilah yang memicu perang saudara timbul di Kamboja. Khmer Merah akhirnya menguasai daerah ini pada tahun 1975, dan mengubah format Kerajaan menjadi sebuah Republik Demokratik Kamboja yang dipimpin oleh Pol Pot. Akhirnya, pada tahun 1989, perdamaian mulai digencarkan antara kedua pihak yang bertikai ini di Paris. PBB memberi mandat untuk mengadakan gencatan senjata antara pihak Norodom Sihanouk dan Lon Nol. Sekarang, Kamboja mulai berkembang berkat bantuan dari banyak pihak asing setelah perang,

Perekonomian Kamboja sempat turun pada masa Republik Demokratik berkuasa. Tapi, pada tahun 1990-an, Kamboja menunjukkan kemajuan ekonomi yang membanggakan. Pendapatan per kapita Kamboja meningkat drastis, namun peningkatan ini tergolong rendah bila dibandingkan dengan negara - negara lain di kawasan ASEAN. PDB bertumbuh 5.0% pada tahun 2000 dan 6.3 % pada tahun 2001. Agrikultur masih menjadi andalan utama kehidupan ekonomi masyarakat terutama bagi masyarakat desa, selain itu bidang pariwisata dan tekstil juga menjadi bidang andalan dalam perekonomian di Kamboja.

Perlambatan ekonomi pernah terjadi pada masa Krisis Finansial Asia 1997. Investasi asing dan turisme turun dengan sangat drastis, kekacauan ekonomi mendorong terjadinya kekerasan dan kerusuhan di Kamboja. Pertumbuhan ekonomi Kamboja melesat cepat menjadi 7,3 persen tahun 2012 lalu. Hal ini disebabkan peningkatan kinerja di sejumlah sektor penopang ekonomi, terutama pertanian, pariwisata, dan industri garmen. "Kamboja memiliki prospek yang baik.

Kuatnya kinerja di tahun 2012 turut dibantu oleh peningkatan ekspor serta peningkatan proyek pembangunan. Hal itu ditandai adanya perbaikan pada 7,1 persen pertumbuhan di tahun sebelumnya. Industri garmen dan pariwisata ditengarai menjadi penggerak utama pemulihan tersebut. Investasi sektor konstruksi Kamboja tumbuh tajam pada semester pertama tahun 2013 ini sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan investor dalam stabilitas politik. Kamboja dilaporkan menerima total investasi sebesar  $ 1,94 milyar pada semester pertama tahun ini atau naik 123 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Laporan lebih jauh menyebutkan terdapat  571 perusahaan konstruksi telah beroperasi di negeri tersebut.

Pertumbuhan pesat sektor konstruksi Kamboja seiring dengan kebijakan pembangunan negeri itu yang masih harus mengejar ketertinggalannya untuk memenuhi tuntutan infrastruktur pembangunan. Banyak proyek bangunan bertingkat tinggi modern seperti bangunan komersial dan perkantoran, bank , pusat perbelanjaan, hotel, dan unit perumahan telah menjamur di Phnom Penh, ibukota Kamboja. Real estate dan konstruksi Kamboja telah bangkit kembali dalam tiga tahun terakhir setelah mengalami pukulan berat  oleh krisis keuangan global pada tahun 2008.
Sektor konstruksi  kini merupakan salah satu dari empat pilar pendukung perekonomian Kamboja. Sementara  sebanyak 10 negara disebutkan terlibat dalam proyek pembangunan konstruksi  di Komboja yaitu: Korea Selatan , Cina, Inggris , Thailand , Rusia , Jepang , Malaysia , Taiwan , India dan Vietnam. Keunggulan lain investasi di Kamboja seperti negara di sekitarnya yang sedang tumbuh, selain upah adalah pemerintah menetapkan kebijakan pajak yang meringankan pengusaha.
 

Informasi Pasar Kerja

Kamboja menjadi salah satu negara anggota ASEAN yang berkontribusi di bidang perdagangan pakaian, pariwisata, pertanian, dan konstruksi. Produk pakaian mencatatkan 80 persen dari total nilai ekspor. Sejak kembali berintegrasi ke dalam pasar global pada tahun1993,Kamboja telah menerima sejumlah besar penanaman modal asing (PMA) selain penanaman modal dalam negeri. Namun, sebagian besar investasi tersebut disalurkan untuk pengembangan sektor pariwisata, infrastruktur, sektor tersier dan industri. Pada pertengahan tahun 2009, PMA memberikan komitmen aset tetap untuk sektor pertanian yang hanya menyumbang 4% atau 1miliar USdolar.Namun, sejak 2007, PMA tampaknya semakin diarahkan ke sektor pertanian. Hal ini terutama terjadi ditahun 2009 ketika jumlah total asset tetap yang disetujui mencapai 446 juta US dolar lebih dari tiga kali lipat jumlah yang diberikan pada tahun 2008 ketika persetujuan PMA mencapai puncaknya.Memang, Kamboja memiliki potensi memiliki untuk mengembangkan sektor pertaniannya, terutama karena kelimpahan lahan subur yang dipandang pemerintah cocok untuk dihibahkan sebagai Konsesi Lahan Ekonomis (Economic Land Concession/ELC) dengan biaya yang relatif rendah.

Pertumbuhan pesat sektor konstruksi Kamboja seiring dengan kebijakan pembangunan negeri itu yang masih harus mengejar ketertinggalannya untuk memenuhi tuntutan infrastruktur pembangunan. Banyak proyek bangunan bertingkat tinggi modern seperti bangunan komersial dan perkantoran, bank , pusat perbelanjaan, hotel, dan unit perumahan telah menjamur di Phnom Penh, ibukota Kamboja. Real estate dan konstruksi Kamboja telah bangkit kembali dalam tiga tahun terakhir jelas membutuhkan tenaga kerja baik yang ahli (full skill) maupun semi skill di bidang-bidang tersebut. Namun demikian prospek sektor komoditas utama Kamboja lainnya seperti pakaian, kayu, karet, beras, ikan, tembakau dan alas kaki juga sangat berkembang dan membutuhkan tenaga ahli dibidangnya

👤 Oleh 🕔14 Oct 2015 13:51

Lokasi kantor Kami

Facebook

Link Mitra Kerja

Statistik Pengunjung